SINGOSARI, KABUPATEN MALANG – Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti para petani Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, setelah pelaksanaan normalisasi Daerah Irigasi (DI) Klampok III berhasil meningkatkan kelancaran aliran air menuju lahan pertanian.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya normalisasi tersebut, H. Abdulloh Satar, S.E., M.M., Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Watugede menggelar kegiatan tasyakuran dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Normalisasi DI Klampok III merupakan tindak lanjut dari aspirasi para petani yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan pendangkalan saluran irigasi akibat penumpukan sedimentasi. Kondisi tersebut sebelumnya menghambat distribusi air dan berdampak pada kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Watugede dan sekitarnya.
Melalui fasilitasi dan pengawalan H. Abdulloh Satar, yang akrab disapa Abah Satar, upaya normalisasi akhirnya dapat direalisasikan. Kini, aliran air kembali lancar sehingga memberikan harapan baru bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Abah Satar menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya normalisasi tersebut. Baginya, keberhasilan ini bukan sekadar persoalan perbaikan saluran irigasi, tetapi juga bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya para petani.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian membutuhkan perhatian berkelanjutan, termasuk ketersediaan infrastruktur pengairan yang memadai agar aktivitas pertanian dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, para petani yang tergabung dalam Gapoktan Desa Watugede menyambut gembira hasil normalisasi tersebut. Kelancaran aliran irigasi menjadi kabar baik sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka dalam mengelola lahan pertanian.
Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum kebersamaan antara masyarakat dan wakil rakyat sekaligus wujud rasa syukur atas terjawabnya aspirasi yang selama ini diperjuangkan.
Dari aspirasi petani yang diperjuangkan, kini menjadi manfaat nyata yang dirasakan. Air kembali mengalir, harapan petani kembali tumbuh.
Normalisasi DI Klampok III menjadi bukti pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.















